PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KepribadianSeksualitas

aseksualitas

asexuality

Ringkasan Singkat

Orientasi seksual di mana seseorang mengalami sedikit atau sama sekali tidak ada daya tarik seksual terhadap orang lain.

Aseksualitas adalah spektrum identitas seksual yang diakui secara luas dalam psikologi modern. Seseorang yang mengidentifikasi diri sebagai aseksual (sering disebut 'Ace') mungkin masih merasakan daya tarik romantis, estetika, atau emosional terhadap orang lain, tetapi mereka tidak merasakan dorongan untuk melakukan aktivitas seksual dengan orang tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa aseksualitas berbeda dengan pantang seks (selibat), yang merupakan pilihan perilaku untuk tidak berhubungan seks. Aseksualitas adalah bagian dari identitas diri. Individu aseksual memiliki variasi yang luas dalam cara mereka menjalin hubungan; beberapa mungkin tetap memilih untuk melakukan aktivitas seksual karena berbagai alasan (misalnya untuk menyenangkan pasangan), sementara yang lain merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Penelitian psikologi saat ini berfokus pada validasi identitas ini sebagai variasi normal dari seksualitas manusia, bukan sebagai gangguan medis atau kejiwaan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Bogaert, A. F. (2012). Understanding Asexuality. Rowman & Littlefield Publishers.
  • Prause, N., & Graham, C. A. (2007). Asexuality: Classification and Characterization. Archives of Sexual Behavior.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback